Postingan

Catatan Ikatan Batin Dua Orang Saudari

Sebetulnya, sepertinya, sudah ada beberapa kejadian sebelum dari yang terjadi belakangan ini, tapi lupa gimananya. Nah sebelum yang baru-baru ini ikut terlupa, kita catat saja. Meski, ya, tidak se-sibling goals itu sebenarnya.. Pertama, pada hari wisudaku. Setelah melakukan sesi foto dengan fotografer bayaran, aku merasa kurang puas. Karena ramai, kurang banyak fotonya, dan lain sebagainya, yang dirasa disebabkan karena sebelumnya aku belum punya bayangan harus bagaimana memanfaatkan waktu foto satu jam sebaik mungkin. Yang terbesit di benakku bukan mengulang foto lagi di studio hari itu juga misalnya, tapi sebuah kalimat yang sepertinya ga bakal terpikir oleh orang lain; "apa aku S2 ya, biar bisa foto wisuda (utamanya foto keluarga) bagus?" :) Keesokan harinya, aku jalan-jalan bersama keluarga. Di satu kesempatan, aku berbincang dengan saudariku satu-satunya, menyerempet tentang foto-foto wisuda. Siapa sangka, kakakku mengatakan persis apa yang ada di benakku tempo hari! Ke...

Siapa kamu?

Siapa kamu? Pada kebaikan-kebaikan yang dilakukan orang, aku melihatmu. Pada keburukan dan kejahatan yang terjadi di luar sana, aku mendoakanmu. Kamu tidak ada di depan mataku, tapi hampir selalu, yang kulihat; kamu. Seharusnya tidak begitu.. Siapa kamu? 

Sepenggal Nama dan Doa

Namaku "Shofwah", yang kata bapak berarti "pilihan", disusul "Tsania" yang berarti "kedua". Meski maksudnya "anak ke-", mungkin karena ini aku tidak pernah menjadi nomor satu bagi hidup atau circle manapun. Banyak keadaan kurasakan menunjukkan demikian. Berharap, suatu hari nanti, akan ada yang menjadikanku "yang kedua" dengan perspektif berbeda: setelah dirinya 0:)♡ Catatan 09 Mei 2022

Mengapa menulis?

I think everyone can't hear, so I came back here

Long Drives~

          Sedang dalam perjalanan yang mungkin akan panjang.                             Mohon doa baik dipanjatkan Sebetulnya 'perjalanan' sudah lama dimulai kurang lebih sejak 22 tahun lalu. Sejak terjadinya pembuahan, sampai jadilah aku yang sekarang. Namun rasanya perjalanan yang mungkin panjang baru saja dimulai. Dijalani (saja). Pelan-pelan (tidak masalah). Sesuai kapasitas. Kalau capek, istirahat. Begitu intisari yang bisa kuambil di atas kayuhan sepeda berban mini, ditemani semburat terbenamnya mentari. Dalam kenyataannya, kadang tetap sulit dijalani. Kurang motivasi. Haha, hii ** • "Andai bukan karena Allah menguatkan hati kita ketika menghadapi ujian dan cobaan, maka niscaya akal kita akan sirna. Akan tetapi Allah Maha Lembut dan Maha Menyayangi hamba-hamba-Nya" (الشعراوي) • Segala puji bagi Allah atas nikmat "terbiasa", atas nikmat "bisa melewati", dan atas nikmat "bisa melupakan". ...

Bait Doa Untuk Masa Depan

Kepada Yang jauh di sana Semoga bisa jumpa Membaik segalanya Hidup sentosa Bahagia Aku di masa depan --- Ujung barat Pulau Jawa , 09 Juli 2022. Setelah sekian lama, ya

Mohon Maaf, L̶a̶h̶i̶r̶ mBatin (catatan lebaran)

  Perihal kesalahan yang lumrah (Versi sedikit panjang dari catatan lebaran 1441 H di kiriman instagram) Seperti kita ketahui, lebaran adalah momen yang dirasa paling pas untuk bermaaf-maafan. Namun bukannya 'membersihkan kesalahan', aku justru lebih sering terpancing kesal oleh orang-orang saat lebaran. :) Penyebabnya adalah pengaplikasian kalimat "minal `aidin walfaizin" untuk maksud "mohon maaf lahir batin".  Semisal dengan hanya mengirim (chat) kalimat "minal `aidin walfaizin ya", yang mana tertangkap maksudnya dan memang dimaksudkan dengan tujuan mengucapkan "mohon maaf lahir batin ya". Perlu digaris bawahi, sebetulnya kalimat "minal `aidin walfaizin" adalah sepenggal doa, setelah melakukan ibadah puasa sebulan lamanya. Terjemahannya  BUKAN  "mohon maaf lahir batin". Tidak ingin merusak momen lebaran kawan semua, apa boleh buat, biasanya kalau ada yang kirim pesan begitu akhirnya kuiyakan saja, dan mengucap  sama-...