Catatan Ikatan Batin Dua Orang Saudari
Sebetulnya, sepertinya, sudah ada beberapa kejadian sebelum dari yang terjadi belakangan ini, tapi lupa gimananya. Nah sebelum yang baru-baru ini ikut terlupa, kita catat saja. Meski, ya, tidak se-sibling goals itu sebenarnya..
Pertama, pada hari wisudaku. Setelah melakukan sesi foto dengan fotografer bayaran, aku merasa kurang puas. Karena ramai, kurang banyak fotonya, dan lain sebagainya, yang dirasa disebabkan karena sebelumnya aku belum punya bayangan harus bagaimana memanfaatkan waktu foto satu jam sebaik mungkin. Yang terbesit di benakku bukan mengulang foto lagi di studio hari itu juga misalnya, tapi sebuah kalimat yang sepertinya ga bakal terpikir oleh orang lain; "apa aku S2 ya, biar bisa foto wisuda (utamanya foto keluarga) bagus?" :) Keesokan harinya, aku jalan-jalan bersama keluarga. Di satu kesempatan, aku berbincang dengan saudariku satu-satunya, menyerempet tentang foto-foto wisuda. Siapa sangka, kakakku mengatakan persis apa yang ada di benakku tempo hari!
Kedua, pada hari kunjungan pondok lama kita. Saat memilih baju mana yang mau kupakai untuk pergi, aku terpikir untuk meminjam kerudung segiempat kakakku yang berwarna ungu. Tapi urung, karena aku menemukan ide warna lain untuk atasan yang akan kupakai. Saat siap berangkat dan keluar kamar, lah, kulihat kakakku memakai kerudung yang tadinya hendak kupinjam itu, dari sekian banyak kerudung yang seorang perempuan punya!
Ketiga, di toilet umum. Aku dan kakakku mampir di satu tempat untuk menumpang salat. Sebelum wudu, aku ingin pipis dulu. Aku meminta kakakku menungguku di depan pintu toilet. Di dalam salah satu toilet, aku melihat ventilasi belakang wc terbuka tanpa kaca. Meski cukup tinggi posisinya, aku overthinking takut diintip atau parahnya ada tangan menjulurkan tangannya sambil memegang telepon pintar. Apalagi, tadi sebelum masuk ke wilayah toilet, di luar sana, tepat di belakang ventilasi, ada seorang bapak-bapak. Aduh, maaf, ya, Pak, atau siapapun, saya parnoan. Tapi saya ga bisa menahannya. Alhasil sebelum memutuskan buka celana, aku berdoa dalam hati, dan melakukan aktivitas buang hajat sambil terus bergantian memandang ventilasi itu dan ember air di sebelahku. Selesai, aku pun keluar toilet. Lah, saudariku hilang di kawasan toilet. Ternyata dia menunggu dan berjaga di luar, lalu menyatakan hal yang sama dengan yang kukhawatirkan setelah kutanya kenapa ia ada di sana. Alhamdulillah. Aku bersyukur dan lega, yang mendorongku mengabadikan ini semua :")♡
—
Ujung barat pulau Jawa, 16 Desember 2023, 00:xx a.m.
Komentar
Posting Komentar