Love your self. Be your self. Begitulah kata orang kebanyakan. Mengenai ini, saya pernah menemukan; || Kurang bijak untuk sekedar "be your self". Seharusnya "be your self" di versi terbaik diri kita. || Entahlah, dalam hal ini saya terpikir membicarakan "self" terkhusus pada wajah. Untuk terwujudnya "be your self dalam versi terbaik", saya melakukan pengobatan diri (=self, wajah). Ketika mayoritas orang menyebut 'permak muka' sebagai perawatan. Saya pribadi, menyebutnya dengan "pengobatan", karena wajah saya terlanjur 'sakit'. Meski kadung terlambat dan terhambat, saya bertekad mendedikasikan diri untuk terus berusaha. Terlambat, karena terlanjur 'sakit' dan baru mengenal dunia 'pengobatan' kurang dari setahun terakhir. Terhambat, karena belum punya uang sendiri dan kurang tega minta orangtua banyak-banyak. Sehubungan dengan ini, ada lagi yang perlu diutarakan. Terkadang, memamerkan wajah dalam bentuk apa...
Sedang dalam perjalanan yang mungkin akan panjang. Mohon doa baik dipanjatkan Sebetulnya 'perjalanan' sudah lama dimulai kurang lebih sejak 22 tahun lalu. Sejak terjadinya pembuahan, sampai jadilah aku yang sekarang. Namun rasanya perjalanan yang mungkin panjang baru saja dimulai. Dijalani (saja). Pelan-pelan (tidak masalah). Sesuai kapasitas. Kalau capek, istirahat. Begitu intisari yang bisa kuambil di atas kayuhan sepeda berban mini, ditemani semburat terbenamnya mentari. Dalam kenyataannya, kadang tetap sulit dijalani. Kurang motivasi. Haha, hii ** • "Andai bukan karena Allah menguatkan hati kita ketika menghadapi ujian dan cobaan, maka niscaya akal kita akan sirna. Akan tetapi Allah Maha Lembut dan Maha Menyayangi hamba-hamba-Nya" (الشعراوي) • Segala puji bagi Allah atas nikmat "terbiasa", atas nikmat "bisa melewati", dan atas nikmat "bisa melupakan". ...
Komentar
Posting Komentar